End of November

Ngumpul sama temen lama dikala sibuknya pekerja kantoran menjadi dahaga oase sendiri bagi saya. Dulu waktu kuliah, mungkin saya menghabiskan kurang lebih 5 tahun bersama mereka, serumah dan ngobrol dari yang paling bener sampe yang paling absurd. Jadi ceritanya adalah, kami berkumpul kembali karena salah satu dari kami yang kebetulan kerjanya diluar kota sedang training di jakarta, jadi setelah pulang kantor kita akan kumpul, makan dan saling bertuker cerita. Kurang lebih 1-2 tahun kami menjadi S.T, dan dari sekian lama itu akhirnya kami kumpul lengkap. Banyak cerita yang tidak disangka dilontarkan. Cerita masa lalu yang menjadi masa depan, rencana masa depan, ataupun masalah yang terjadi masa kini.

Obrolan yang paling hangat adalah, kesiapan kita akan menikah. Ternyata umur segini, menjadi dilema bagaimana dan dengan siapa kita akan melanjutkan hidup. Siapa yang akan kita lihat saat bangun tidur dan siapa yang selalu membuat sarapan dan menyambut kita pulang (tentunya bukan pembantu ataupun si ijah :p). Beberapa dari kami emang sudah berencana akan menikah dan beberapa dari kamipun ada yang menjadi bingung tentang kesiapan akan kesana. Tapi yang menarik adalah salah satu obrolan itu adalah bagaimana kalo pasangan kita beda agama, dan bagaimana kita bisa lanjut ke jenjang selanjutnya. Jujur kalo saya muslim, dari kepercayaan yang saya anutpun itu tidak dibenarkan dan menyebabkan zina biarpun setelah menikah resmi. Tapi beberapa teman kami, menganggap itu lumrah. Kenapa harus dipusingkan, setiap agamakan sama dan mengajarkan yang sama. Herannya adalah salah satu kami, yang menurut kami dan mungkin diri dia sendiri, pemahamam agamanya yang paling lemah dan tidak mungkin ngomong seperti itu, malah menentang dan tampaknya mempunyai keyakinan yang tinggi atas agama islam itu sendiri. Kata yang dilontarkanpun sendiri menurut saya cukup bijak dalam kasus seperti ini. Untuk kasus semua agama itu samapun, saya mengingat kata ayah saya “kamu jangan sampe merasa maklum atau terbiasa, karena itu bahaya membuat kamu lengah”, dan melihat obrolan ini, saya jadi makin mengerti makna tentang obrolan ini lebih dalam. Tapi apapun yang terjadi dengan teman saya, semoga dia mendapatkan yang terbaik untuk hidupnya. Dan dipertemukan dia dan keluarganya selalu dunia dan akhirat :p.

Cerita seru lainnya adalah, mulai september tahun ini saya memutuskan berhenti dari kerja rutin di kantor dan mulai bekerja secara freelance. Dari mulai datang ke acara-acara yang menurut saya menambah wawasan dan rekan. Membuat diri saya sendiri lebih bervalue dengan memperbanyak karya. Di antara kebosanan saya menjalani itu semua, sempet terpikir untuk kembali jadi kantoran tetapi nyobain dengan beda bidang dan ternyata saya diterima. Di antara kebimbangan akhirnya saya mencoba ingin mentanda-tanganin kontrak tersebut. Ternyata destini berkata lain, h-1 teman saya mampir dan membuat goyah dan kembali ke komitmen di awal. Dan ternyata akhirnya saya ga salah pilih jalan, beberapa tawaranpun datang kesaya, untuk mendukung apa yang saya pilih sekarang. Semoga saja semua menjadi lancar, dan saya diberikan kerendahan hati terhadap apa yang saya pilih :D

ps. next month it will be great, i will posting the great place :D

One thought on “End of November

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s