Q & A : How lighting works ?

Sekedar obrolan ringan dengan teman kuliah yang mempunyai hobi sama dengan saya. Dia menanyakan “bagaimana sih cara kerja flash? trus enaknya make flash seperti apa ya?” Dan dengan sialnya dia menyuruh saya menulis materi tentang flash di blog saya. Dan ternyata itu sangat susah ya, menulis di blog tentang materi pelajaran atau something , lebih baik saya nulis di papan tulis dan praktek daripada saya harus mengetik dan menulis ini itunya hiks.

Sebelum bagaiamana cara kerja flash, ada baiknya kita mengenal macam-macam dari light atau cahaya atau bisa disebut flash atau yang lebih enak kalo kita menyebutnya sumber cahaya. Kalo secara garis besar sumber cahaya dibagi 2, yang adalah :

  1. 1. Main light (cahaya utama) : yaitu cahaya yang menjadi sumber cahaya, yang menerangi objek yang akan di foto. Biasanya main light itu bisa matahari, flash, lampu studio. atau apapun itu.
  2. 2. Ambience light (cahaya suasana) : yaitu cahaya yang ada di sekeliling object, cahaya tersbut bisa berpengaruh dalam foto yang akan difoto ataupun tidak. Dan mataharipun bisa jadi ambience dalam pemotretan. Atau bisa kita sebut ambience light dengan available light bila kita tidak memakai main light yg kuat.

Garis besarnya adalah seperti itu, dan sekarang bagaimana penggunaan dari dua macam cahaya tersebut. Sebenernya gampangnya adalah, kalian harus mengetahui yang namanya aperture (bukaan) dan speed shutter (kecepatan rana). Dan yang namanya macam cahaya itu sangat bergantung dengan kecepatan rana tertutup dan terbuka, dan tipe-tipe cahaya itu mempengaruhi kecepatan cahaya tersebut masuk kedalam kamera kita. Seperti matahari mempunyai kecepatan masuknya cahaya tidak sama dengan cahaya-cahaya lampu bohlam, Makannya saat kalian melakukan foto pada keadaan remang-remang, biasanya menggunakan speed yang agak rendah atau memaksaakan dengan bukaan yang sangat besar. Untuk lebih jelasnya, saya akan memberikan pemahaman pada gambar, bila kata kaskus. no pic = hoax :p .

Skema lampu pada contoh pemotretan

Dari skema ini, mari kita lihat hasil yang didapat. Pertama kita akan melakukan uji coba terhadap kecepatan rana (shutter speed).

contoh 1 : Perubahan Shutter speed dengan aperture tetap f/8

Bila kita melihat backgroundnya, dengan seiringnya bertambah cepatnya rana menutup, makin gelap background. Maka dari itu yang membedakan yang namanya main light dan ambience light , cahaya utama yang dari flash, hanya bisa mengcover object sebatas objek manusia saja (baca: model) dan terlihat ambience light sangat berpengaruh pada kecepatan rana yang lambat. Itu yang membedakan antara ambience dan light. Semakin kita memperlambat rana kita, semakin banyak cahaya yang masuk sehingga, bisa membuat ambience pada objeck yang akan difoto. Mari kita lihat contoh foto yang lain :

contoh 2 : Perubahan Shutter speed dengan aperture tetap f/5.6

Tidak terlihat banyak perbedaan dengan contoh 1 dan contoh 2. Secara ambience hanya speed yang berpengaruh besar pada hasil foto, tapi bila diperhatikan dengan seksama tingkat contrast suatu foto sangat berpengaruh dengan aperture pada kamera, terlihat semakin besar f/ yang dipakai, maka semakin contrast warna yang dikeluarkan. Sisanya,silahkan ambil pelajaran dari learning by doing yang saya buat :p

Sekian terima kasih Q & A yang saya buat, semoga membantu pengatahuan fotografi anda, atau bsa merusak pengatahuan anda. :)) . And thanks for Arman to make this post completely

ps. kalo ada yang mau ditanyakan silahkan berbagi ke di comment ini, nanti saya akan jawab sebisa mungkin :D

3 thoughts on “Q & A : How lighting works ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s