blablabla

Apa yang kamu lakukan setalah apa yang kamu inginkan kamu dapatkan? Apa yang kamu lakukan setelah kekayaan yang telah kamu impikan telah kamu dapatkan?

Didalam hidup gw, mungkin gw di kategorikan dengan orang yang cukup berada, tidak kaya dan tidak juga miskin. Saya bisa makan enak dan tinggal di lingkungan yang nyaman. Dari dua pertanyaan itu adalah, gw mendapatkan sesuatu yang sangat gw pikirkan sampai saat ini. Gw melihat atau mungkin merasakan disaat kita merasa kaya dan membelikan kekayaan itu dengan sesuatu barang, lalu ternyata barang itu hanya yang beli saja yang pakai. Padahal si yang beli tidak juga terlalu memakainya.

Gw suka heran dengan pola pikir mereka, mengapa sih mereka jarang memakainya malah hanya di lihat atau di rawat saja, tanpa di pakai. Padahal kalau kita melakukan itu berarti kitakan tidak menempatkan barang tersebut sesuai dengan fungsinya yang artinya itu dzalim donk? Kenapa sih kita harus takut akan kehilangan sesuatu?padahal kalo kita kehilangan bukannya kita harunya iklash ya?agar nantinya diberikan yang lebih baik?Dan mengapa kalo kita tidak ingin membagi bersama kebahagian kita ditutupin dengan kebohongan, mengapa dengan harus bohong?  Kalo ada alasan logis sehingga kita tidak bisa membagi kebahagiaan bukannya itu akan lebih baik? Kadang mengapa sih kita harus beli barang yang mahal, tetapi kita harus khawatir terus menurut, dan kita harus menjaganya secara berlebih? mengapa tidak kita beli barang murah tapi kita tidak harus berlebih untuk menjaganya. Kita menjadi seperti babu dari barang kepemilikan kita, padahal kita adalah bos dari barang2 kita. Mengapa kita harus takut kehilangan padahal setiap pertemuan pasti ada perpisahan.

Saya tidak habis pikir, dengan orang-orang yang mempunyai harta berlebih tapi dia malah di perbudak dengan hartanya sendiri. Bukannya lebih baik kita bisa memposisikan diri kita bebas, sehingga kita tidak takut akan apa yang kita lakukan. Dalam harta, semuanya pasti bisa di cari, mengapa kita mesti takut harta kita hilang?padahal itu kan barang titipan juga dari Yang di Atas, kita hanya sementara disini, mengapa kita tidak menikmati barang-barnag tersebut dan berbagi, mengapa kita harus pelit?mengapa juga kita harus berpikir banyak kali, yang penting kita sudah menjaganya sesuai aturannya dan sisanya biarkan kita kembalikan kepada yang punya :)

ps. saya kesal dengan orang yang harta menjadi perhitungan, tapi dia mengaku tidak memperhitungkan harta. dan saya lebih kesal lagi bila ditutupin dengan kebohongan

2 thoughts on “blablabla

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s